Pengikut

Selasa, 19 November 2019

UPAYA MENUMBUHKAN JIWA NASIONALISME PADA MAHASISWA DI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UPAYA MENUMBUHKAN JIWA NASIONALISME PADA MAHASISWA DI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN


 Mahasiswa sebagai agen perubahan sosial selalu dituntut untuk menunjukkan peranannya dalam kehidupan nyata agar dia tak menjadi mahasiswa gadungan yang secara hakekatnya dia pun tak mau dan tak sudi menyandangnya. Setidaknya secara garis besar ada tiga peranan penting dan mendasar bagi mahasiswa yaitu intelektual, moral dan sosial.
Peranan pertama, mahasiswa sebagai orang yang intelek, jenius, dan jeli harus bisa menjalankan hidupnya secara proporsional, sebagai seorang mahasiswa, anak, serta harapan masyarakat. Kedua, mahasiswa sebagai seorang yang hidup di kampus yang dikenal bebas berekspresi, beraksi, berdiskusi, berspekulasi dan berorasi, harus bisa menunjukkan tingkah laku yang bermoral dalam setiap tindak tanduknya tanpa terkontaminasi dan terpengaruh oleh kondisi dan lingkungan. Sebab dia sendiri dengan kemampuannya sudah bisa mengukur antara baik-buruknya tindakan, selain selalu dipantau dan dicontoh oleh masyarakat. Ketiga, mahasiswa sebagai seorang yang membawa perubahan harus selalu bersinergi, berpikir kritis dan bertindak konkret yang terbingkai dengan kerelaan dan keikhlasan untuk menjadi pelopor, penyampai aspirasi dan pelayan masyarakat.
Jika semua peranan penting itu terwujud menjadi nyata dalam diri mereka, maka mereka layak menyandang sebutan mahasiswa sejati bukan mahasiswa gadungan yang menurut pengamat penulis disandang kebanyakan mahasiswa sekarang. Sungguh capaian hal-hal tersebutlah yang akan menjadikan meereka berada dalam puncak kemuliaan walaupun secara dhohir mereka berada dalam kehinaan.
Nasionalisme adalah suatu sifat, faham, kekuatan, dan kesadaran pikiran sejati, yang merupakan suatu kecintaan dan loyalitas terhadap masyarakat, bangsa dan negara sendiri. Nasionalisme dapat tumbuh, berkenbang dan hidup sepanjang perjalanan suatu bangsa juga dapat mengalami kemunduran.
Maka dari itu agar rasa nasionalisme bangsa tidak mengalami dan kemunduran, kita sebagai mahasiswa khususnya dan seluruh warga Indonesia pada umumnya harus bertanggung jawab demi terjaganya kesatuan dan keutuhan wilayah negara kita.Kita semua harus melakukan “perubahan-perubahan ke depan” untuk melakukan perbaikan terhadap hal-hal yang buruk dan keliru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Yaitu kita harus berani mulai melakukan pendekatan pendidikan dengan “pendekatan pendidikan multikultural”, suatu proses pendidikan yang mengajarkan kepada mahasiswa atau peserta didik mengembangkan sikap dan perilaku yang menghargai perbedaan kehidupan, seperti perbedaan ras, suku bangsa,agama, golongan, tradisi dan budaya, sifat dan karakter manusia, pola berfikir, serta kepentingan. Semangat kebangsaan antara lain adalah menumbuhkan semangat untuk mengembangkan sikap dan perilaku yang menghargai perbedaan kehidupan dalam
Upaya menumbuhkan jiwa nasionalisme pada generasi muda  bangsa ini tidak hanya tanggung jawab pemerintah sebagai  penyelenggara negara namun juga membutuhkan peran aktif masyarakat.
Peran Keluarga : (a) Memberikan contoh atau tauladan tentang rasa kecintaan dan  penghormatan pada bangsa misalnya dengan menunjukkan para  pahlawan pendahulu yang telah merebut kemerdekaan. (b) Memberikan pengawasan yang menyeluruh kepada anak terhadap lingkungan sekitar dan memastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang baik.(c) Selalu menggunakan produk dalam negeri dan merasa bangga dalam menggunakannya.
Peran Pendidikan : (a)Memberikan pelajaran tentang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan juga bela Negara. (b) Menanamkan sikap cinta tanah air dan menghormati jasa pahlawan dengan mengadakan upacara setiap Hari Senin dengan penuh khitmad. (c) Memberikan pendidikan moral, sehingga para pemuda tidak mudah menyerap hal-hal negatif yang dapat mengancam ketahanan nasional. Dengan cara ini diharapkan para pemuda tidak mudah terpengaruh dengan berbagai hal yang dapat menghancurkan bangsa.
Peran Pemerintah : (a) Menggalakan berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan rasa nasionalisme seperti seminar dan pameran kebudayaan. (b) Mewajibkan pemakaian batik kepada pegawai negeri sipil setiap hari Jum’at. Hal ini dilakukan karena batik merupakan sebuah kebudayaan asli Indonesia, yang diharapkan dengan kebijakan tersebut dapat meningkatkan rasa nasionalisme dan patrotisme  bangsa. (c) Lebih mendengarkan dan menghargai aspirasi pemuda untuk membangun Indonesia agar lebih baik lagi.
Tugas mahasiswa seharusnya, dengan cara cinta tanah air dan rela berkorban bagi bangsa indonesia. Serta menjunjung tinggi nilai nasionalisme bagi semua bangsa indonesia agar tidak terjadi perpecahan ataupun perselisihan antar bangsa indonesia. Agar mahasiswa dapat meningkatkan rasa nasionalisme, maka harus dilakukan dengan cara : (a) membentuk mahasiswa good karakter yang bermoral tinggi dan sesuai dengan kaidah agama.Mahasiswa sekrang saatnya memiliki jiwa bangga & cinta menjadi warga indonesia, yang dapat di eksplore ke negara-negara lain. bukan hanya dalam bentuk demo/ hal2 yang merusak citra bangsa indonesia.namun dibuktikan dengan hal2 yang positif & nyata bahwa negara indonesia adalah negara cinta damai,terpelajar & negara maju. (b) para generasi muda sekarang dapat bersatu & damai walaupun berbeda agama, suku & budaya. (c) Dapat berpikir Rasional,Demokratis, dan kritis dalam menuntaskan segala masalah yang ada di negara kita. (d) Memiliki semangat jiwa muda yang dapat membangun negara indonesia yang mandiri dapat mencontoh seperti karakter para pahlawan bangsa kita.

57 komentar:

  1. Materinya sangat bagus dan bermanfaat

    BalasHapus
  2. Bagus👏dan sngat bermanfaat😊

    BalasHapus
  3. sangat bagus dan bermanfaat, saya suka dngan materinya

    BalasHapus
  4. Good. Smga materi ini bisa bermanfaat untuk kita semua.

    BalasHapus
  5. Materinya sangat betmanfaat👍

    BalasHapus
  6. Bagus.Semoga bermanfaat bagi pembacanya.

    BalasHapus
  7. Bagus.Semoga bermanfaat bagi pembacanya.

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah blongnya sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas,. 

    In syaa Allah masi banyak lagi orang yang dapat merasakan manfaatnya. 

    BalasHapus